Lhokseumawe, EXPLOREPUBLIC — (03/07/2026) Universitas Malikussaleh menjadi salah satu perguruan tinggi yang menerima mahasiswa internasional, termasuk dari Kamboja. Kehadiran mahasiswa asing tersebut turut memperkaya keberagaman budaya di lingkungan kampus.

Salah satu mahasiswa internasional tersebut adalah Ridwan (19), mahasiswa asal Kamboja yang saat ini menempuh pendidikan di Universitas Malikussaleh. Sebelum memutuskan berkuliah di Aceh, ia mengaku sempat merasa ragu karena khawatir tidak dapat beradaptasi dengan lingkungan baru.

Menurut Ridwan, kekhawatiran itu muncul karena ia mengira masyarakat Aceh tidak ramah dan dirinya tidak akan mampu memahami bahasa Indonesia. Kondisi tersebut membuatnya sempat merasa cemas sebelum berangkat ke Indonesia.

Namun, sebelum memulai perkuliahan, Ridwan bersama mahasiswa asal Kamboja lainnya mengikuti pelatihan bahasa Indonesia selama beberapa bulan. Program tersebut membantu mereka mempelajari kosakata, percakapan sehari-hari, hingga memahami kalimat sederhana yang digunakan dalam kehidupan sehari-hari.

“Awalnya saya ragu untuk kuliah di Aceh karena takut masyarakatnya tidak ramah dan saya tidak mengerti bahasa Indonesia. Setelah mengikuti pelatihan bahasa selama beberapa bulan, saya mulai memahami beberapa kata hingga kalimat sederhana sehingga lebih percaya diri untuk berkomunikasi,” ujarnya.

 

Ridwan mengatakan bahwa dalam kehidupan sehari-hari ia kini lebih sering menggunakan bahasa Indonesia saat berinteraksi dengan dosen maupun teman-teman di kampus. Namun, ketika mengalami kesulitan menyampaikan sesuatu, ia memilih menggunakan bahasa Inggris agar komunikasi tetap berjalan dengan baik.

Pengalaman Ridwan tersebut menunjukkan bahwa pelatihan bahasa sebelum perkuliahan dapat membantu mahasiswa internasional beradaptasi dengan lingkungan baru. Selain meningkatkan kemampuan berkomunikasi, proses tersebut juga membantu mengurangi kekhawatiran mahasiswa asing saat menjalani studi di Indonesia.