Lhokseumawe, EXPLOREPUBLIC — (27/06/2026) Beda jurusan dari tingkat sekolah menengah ke perguruan tinggi sudah menjadi hal biasa. Hal ini dikarenakan ada beberapa mahasiswa yang memilih jurusan yang berbeda dibandingkan saat bersekolah untuk mengembangkan diri dalam bidang lain.

Sebagai contohnya adalah Al Ghaly (19), mahasiswa Ilmu Komunikasi Universitas Malikussaleh, sebelumnya ia memilih jurusan Desain Komunikasi Visual (DKV) saat masih bersekolah di SMK Negeri 1 kota Lhokseumawe.

Al Ghaly menjelaskan bahwa keputusannya pindah ke Ilmu Komunikasi dimulai sejak ia duduk di kelas 12 SMK. Dia beralasan tertarik dengan dunia komunikasi, media, interaksi dengan banyak orang sehingga menentukan jurusan yang lebih luas daripada jurusan sebelumnya.

Menurutnya, perubahan jurusan pastinya memberikan masalah di awal masa perkuliahan. Dengan latar belakang DKV yang fokus pada praktik, ia harus beradaptasi dengan metode pembelajaran Ilmu Komunikasi yang lebih banyak teori, diskusi, dan menulis tugas.

“Pada awalnya saya merasa sedikit sulit karena pada SMK lebih banyak menguasai bagian desain dan praktik. Tetapi setelah beberapa semester, saya pun mulai terbiasa, tipsnya ya jalanin aja dulu.”ujarnya.

Setelah menjalani perkuliahan, Al Ghaly menilai keputusan berpindah dari DKV ke Ilmu Komunikasi merupakan pilihan yang tepat. Menurutnya, perkuliahan telah membantunya mengembangkan kemampuan berbicara, berpikir kritis, serta memahami media yang dinilai relevan dengan kebutuhan dunia kerja saat ini.