Beberapa mahasiswa memberikan pendapat mereka mengenai fenomena yang sering disebut sebagai "Malin Kundang". Istilah tersebut merujuk pada seseorang yang tidak tahu berterima kasih atau lupa akan kebaikan orang tua setelah mencapai kesuksesan. Pendapat itu diungkapkan dalam wawancara yang dilakukan di Kabupaten Deli Serdang, Kamis (25/06/2026). Fenomena ini kembali menjadi topik pembicaraan karena dianggap masih sering ditemui di lingkungan sekitar. Mahasiswa menilai kisah tersebut bukan sekadar legenda, namun juga menyampaikan pesan moral yang tetap relevan hingga kini.
Rey (21) Mahasiswa Universitas Panca Budi mengatakan bahwa cerita Malin Kundang mengajarkan setiap anak agar belajar menghargai orang tua dan tetap setia pada janji yang telah dibuat. Jangan lupa akan perjuangan orang tua.
" Menurut saya, sehebat apa pun kita nanti, jangan pernah lupa sama orang tua. Mereka yang sejak awal berjuang sampai kita bisa sampai di titik ini sekarang," ujarnya.
Pendapat serupa disampaikan Satrio (22) Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara . Ia menilai sikap menghormati orang tua merupakan kewajiban yang tidak bisa berubah meskipun seseorang sudah sukses.
"Kadang ada orang yang berubah setelah berhasil. Padahal, orang tua itu tetap harus dihargai. Jangan sampai karena punya jabatan atau uang, malah lupa diri," katanya.
Sementara itu, Rika (21) Mahasiswi Universitas Sumatera Utara merasa cerita Malin Kundang masih bisa dijadikan pelajaran untuk generasi muda agar tetap rendah hati.
"Menurutku, cerita ini masih cocok dijadikan pengingat. Jangan sampai kesuksesan membuat kita lupa pada keluarga, apalagi pada ibu dan ayah," tuturnya.
Hal senada juga disampaikan Kurnia (20) Mahasiswa Universitas Prima. Ia berharap nilai menghormati orang tua sejak kecil tetap ditanamkan.
"Kalau dari dulu diajarkan menghargai orang tua, nanti ketika besar juga tetap ingat sama mereka. Itu yang paling penting," ungkapnya.
Pipit (23) Mahasiswi Universitas Sumatera Utara menambahkan bahwa kesuksesan seseorang tidak terlepas dari doa dan dukungan keluarga.
"Menurutku, tidak apa-apa tetap rendah hati. Orang tua itu alasan kita bisa sampai sampai tahap ini, jadi jangan pernah ditinggalkan," katanya.
Melalui berbagai tanggapan tersebut, para mahasiswa berharap masyarakat, khususnya generasi muda, bisa belajar dari kisah Malin Kundang dengan terus menghormati, menyayangi, dan membalas kebaikan orang tua dalam kehidupan sehari-hari.