Lhokseumawe, EXPLOREPUBLIC – Membaca cerita rakyat menjadi salah satu bentuk literasi yang masih diminati mahasiswa sebagai sarana menambah wawasan sekaligus mengenal budaya daerah. Pada Kamis (18/06/2026), seorang mahasiswi Program Studi Ilmu Komunikasi Universitas Malikussaleh diwawancarai seputar kegiatan literasi cerita rakyat Tangkuban Perahu yang ia lakukan di lingkungan kampus.
Cerita rakyat Tangkuban Perahu mengandung berbagai nilai kehidupan, seperti kejujuran, tanggung jawab, dan pentingnya menghormati orang tua. Melalui kegiatan literasi tersebut, mahasiswa dapat memahami pesan moral yang terkandung dalam cerita sekaligus mengenal warisan budaya Indonesia yang diwariskan secara turun-temurun.
Seorang mahasiswi Ilmu Komunikasi Universitas Malikussaleh, Magfirah (19), mengatakan bahwa membaca cerita rakyat Tangkuban Perahu memberikan pengalaman yang menarik karena selain menghibur juga menambah pengetahuan tentang budaya daerah.
“Saya suka membaca cerita rakyat Tangkuban Perahu karena banyak mengandung pesan moral yang bisa dijadikan pelajaran dalam kehidupan sehari-hari. Selain itu, cerita tersebut juga membuat saya lebih mengenal budaya dan legenda yang berkembang di Indonesia,” ujarnya.
Ia menilai literasi cerita rakyat perlu terus dilakukan agar generasi muda tidak melupakan warisan budaya yang dimiliki.
“Cerita rakyat merupakan bagian dari budaya yang harus dilestarikan. Dengan membaca dan mengenalkannya kepada orang lain, kita ikut menjaga agar cerita tersebut tetap dikenal oleh generasi berikutnya,” tuturnya.
Menurutnya, kegiatan literasi cerita rakyat tidak hanya meningkatkan minat baca, tetapi juga menjadi salah satu cara untuk melestarikan nilai-nilai budaya lokal di tengah perkembangan teknologi dan informasi yang semakin pesat.