Lhokseumawe, EXPLOREPUBLIC — (03/07/2026) Bahasa daerah merupakan bagian penting dari identitas budaya Indonesia. Namun, seiring perkembangan zaman dan dominasi bahasa Indonesia maupun bahasa asing, penggunaan bahasa daerah di kalangan generasi muda mulai berkurang. Berbagai upaya dilakukan agar bahasa daerah tetap lestari dan tidak punah.
Generasi muda sekarang jarang menggunakan bahasa daerah dan hal ini mendapat respon dari seorang narasumber pada Jumat (03/7/2026) di Desa Blang pulo, Kota Lhokseumawe, salah satu mahasiswi Program Studi Administrasi Bisnis Universitas Malikussaleh, Rea Ananda (20), mengungkapkan bahwa “Pengaruh media sosial, lingkungan pergaulan, dan kebiasaan menggunakan bahasa Indonesia maupun bahasa asing membuat anak-anak lebih jarang menggunakan bahasa daerah dalam komunikasi sehari-hari.”
Bahasa daerah merupakan warisan budaya yang mencerminkan identitas suatu daerah. Jika tidak digunakan dan diajarkan kepada generasi muda, bahasa daerah dikhawatirkan akan semakin ditinggalkan bahkan punah.
Pelestarian dilakukan dengan membiasakan penggunaan bahasa daerah di rumah, mengadakan lomba pidato atau bercerita menggunakan bahasa daerah, memasukkan muatan lokal di sekolah, serta memanfaatkan media sosial untuk memperkenalkan bahasa daerah kepada masyarakat luas.