Lhokseumawe, EXPLOREPUBLIC — (04/07/2026) Bahasa daerah merupakan salah satu warisan budaya yang harus dipertahankan dan dilestarikan oleh generasi muda di tengah kemajuan teknologi dan arus globalisasi. Dengan melestarikan bahasa daerah, masyarakat dapat menjaga identitas budaya serta mewariskan nilai-nilai budaya kepada generasi berikutnya.
Pada Kamis (2/7/2026), di Bukit Indah, Lhokseumawe, salah satu mahasiswi Program Studi Ilmu Komunikasi Universitas Malikussaleh, Salshabillah Khoiriyah Hasibuan (20), mengungkapkan bahwa generasi muda berperan penting dalam melestarikan warisan budaya dengan menggunakan bahasa daerah dalam kehidupan sehari-hari.
"Menurut saya, bahasa daerah merupakan bagian dari identitas budaya yang perlu terus dijaga dan dilestarikan. Generasi muda perlu membiasakan diri menggunakan bahasa daerah agar tidak hilang seiring perkembangan zaman," ujarnya.
Ia juga mengatakan bahwa kemajuan teknologi dan media sosial saat ini dapat digunakan sebagai alat untuk mengenalkan dan melestarikan bahasa daerah. Menurutnya, berbagai platform digital bisa dimanfaatkan untuk membuat konten edukatif yang berkaitan dengan bahasa dan budaya daerah agar lebih mudah dikenali oleh banyak orang.
Pelestarian bahasa daerah dapat dilakukan melalui penggunaan bahasa daerah dalam komunikasi sehari-hari, mengikuti kegiatan kebudayaan, serta memanfaatkan media digital sebagai media edukasi dan promosi budaya.
Tantangan terbesar dalam melestarikan bahasa daerah adalah semakin berkurangnya minat generasi muda untuk mempelajari dan menggunakan bahasa daerah dalam kehidupan sehari-hari.
Oleh sebab itu, diperlukan kesadaran serta dukungan dari keluarga, lingkungan pendidikan, serta masyarakat sangat penting untuk melestarikan bahasa daerah.