Lhokseumawe, EXPLOREPUBLIC — (19/06/2026) Padatnya tugas perkuliahan mendorong Raisha (18) mahasiswi Program Studi Ilmu Komunikasi, menerapkan berbagai cara untuk menjaga kesehatan mental dan mengurangi stress selama menjalani aktivitas akademik.

Pada jumat, (19/06/2026) di Bukit Indah, Lhokseumawe. Raisha (18), mengatakan bahwa ia menyusun ulang jadwal kuliah sesuai mata kuliah yang di ambil dan mengerjakan tugas berdasarkan tenggat waktu terdekat agar beban kuliah lebih teratur.

“Biasanya saya mencoba mengatur ulang jadwal kuliah sesuai harinya dan mengerjakan tugas berdasarkan deadline yang lebih dulu. Kalau sudah terlalu stres, saya istirahat sebentar, mendengarkan musik, atau mengobrol dengan teman,” ujarnya. 

Menurut Raisha, kondisi mental yang kurang baik biasanya ditandai dengan rasa lelah berlebihan, sulit fokus, sering overthinking, mudah emosi, serta hilangnya semangat dalam menjalani aktivitas sehari-hari. Saat tanda-tanda tersebut muncul, ia memilih mengurangi tekanan dan memberi waktu untuk beristirahat.

Untuk menenangkan diri saat merasa cemas, Raisha memilih mendengarkan musik, menonton film atau video hiburan, berjalan santai, serta bercerita kepada orang yang dipercaya. Menurutnya, aktivitas tersebut membantu membuat pikiran lebih tenang.

“Waktu istirahat sangat penting karena membantu tubuh dan pikiran kembali segar. Dengan istirahat yang cukup, saya lebih mudah berkonsentrasi dan siap menghadapi tugas maupun masalah yang ada,” katanya.

Berdasarkan pengalaman yang disampaikan Raisha, pengelolaan waktu, aktivitas relaksasi, serta istirahat yang cukup menjadi cara yang ia lakukan untuk menjaga kesehatan mental di tengah tuntutan perkuliahan.