Lhokseumawe, EXPLOREPUBLIC — (04/07/2026) Bahasa Aceh menjadi salah satu warisan budaya yang perlu terus kita lestarikan di tengah perkembangan zaman. Mengenalkan bahasa Aceh kepada masyarakat, khusus generasi muda atau anak muda, menjadi salah satu cara sederhana untuk melestarikan warisan budaya yang telah diwariskan secara turun-temurun. Di tengah perkembangan teknologi dan penggunaan bahasa Indonesia maupun bahasa asing yang semakin dominan, penggunaan bahasa Aceh dalam kehidupan sehari-hari penting agar tetap dilestarikan.
Banyak upaya yang dapat dilakukan untuk memperkenalkan bahasa Aceh, mulai dari membiasakan penggunaannya di lingkungan keluarga, mengajarkan kosakata dasar kepada anak-anak, hingga memperkenalkan sedikit kosakata kepada teman dari luar daerah. Langkah inilah yang akan diharapkan bisa meningkatkan kepedulian generasi muda terhadap bahasa daerah sebagai bagian dari identitas budaya.
Salah seorang mahasiswi program studi Ilmu Komunikasi Universitas Malikussaleh, Ulfi Riski Putri (19), mengungkapkan bahwa ia sering mengajarkan dan memperkenalkan bahasa Aceh kepada teman dari berbagai daerah di kampus, agar bisa sedikit berbicara bahasa Aceh. “Saya sering mengajak teman-teman untuk mencoba berbicara bahasa Aceh. Mulai mengajarkan bahasa ringan, sederhana dan percakapan yang sering digunakan dalam bahasa Aceh, seperti “pu peuget uro nyo” (lagi apa hari ini) kata-kata singkat seperti “jeut, hana pu, pakeun” (boleh, gapapa, kenapa)” ungkapnya pada (02/07/2026).
Ia juga mengatakan “upaya sederhana seperti memperkenalkan bahasa Aceh kepada teman-teman yang berbeda daerah dapat meningkatkan kelestarian budaya Aceh agar teman yang berbeda budaya dan bahasa dapat mengenal bahasa tersebut, sehingga menjadi akrab dan dekat dengan teman dari luar aceh. Bahasa Aceh terus harus dilestarikan agar tidak lupa pada budaya dan bahasa Aceh ditengah ramainya penggunaan bahasa Indonesia dan bahasa asing” Katanya.
Oleh karena itu, pelestarian bahasa daerah harus dimulai dari lingkungan terdekat. Karena semakin sering bahasa Aceh digunakan dalam komunikasi sehari-hari dandiperkenalkan kepada orang lain, semakin besar peluang bahasa tersebut tetap hidup di perkembangan zaman.
Melalui kebiasaan menggunakan dan mengenalkan bahasa Aceh, masyarakat terutama anak muda diharapkan akan terus dapat berperan aktif dalam menjaga warisan budaya daerah, agar bahasa Aceh dikenal dan diwariskan kepada generasi mendatang. Bahasa Aceh juga diharapkan terus hidup sebagai bagian dari identitas masyarakat sekaligus menjadi salah satu kekayaan budaya Indonesia yang tetap dijaga.