Lhokseumawe, EXPLOREPUBLIC - Fenomena Mindful Spending atau pengeluaran berkesadaran mulai menjadi perhatian di kalangan mahasiswa di Indonesia, khususnya Lhokseumawe. Di tengah meningkatnya tren gaya hidup konsumtif dan kemudahan akses layanan pinjaman online (pinjol), sebagian mahasiswa mulai menerapkan pola pengelolaan keuangan yang lebih terencana sebagai upaya menjaga kondisi finansial dan mengantisipasi ketidakpastian ekonomi pada masa mendatang.

Mindful Spending merupakan kebiasaan mempertimbangkan setiap pengeluaran secara sadar dengan membedakan antara kebutuhan dan keinginan. Bagi mahasiswa, kebiasaan ini dinilai relevan karena masa perkuliahan menjadi periode awal ketika mereka mulai mengelola keuangan secara mandiri, sementara sumber pendapatan umumnya masih terbatas. Melalui pendekatan tersebut, mahasiswa diajak mengevaluasi setiap keputusan belanja berdasarkan manfaat dan prioritas, bukan semata-mata dorongan sesaat atau pengaruh tren di media sosial.

Penerapan Mindful Spending dinilai memberikan dampak positif terhadap kondisi keuangan maupun kesejahteraan psikologis mahasiswa. Dengan mengurangi pembelian impulsif, mahasiswa memiliki peluang lebih besar untuk menyisihkan dana tabungan maupun dana darurat serta mengurangi risiko terjerat utang konsumtif, termasuk pinjaman daring berbunga tinggi.

Di sisi lain, kebiasaan ini juga membantu mengurangi tekanan psikologis akibat rasa takut tertinggal atau fear of missing out (FOMO) terhadap gaya hidup yang berkembang di media sosial, sehingga mahasiswa dapat lebih fokus pada kegiatan akademik dan pengembangan diri.

Amal (19), mahasiswa Ilmu Komunikasi di salah satu perguruan tinggi negeri di Lhokseumawe, mengatakan bahwa Mindful Spending menjadi kebiasaan yang penting diterapkan oleh mahasiswa karena membantu mereka mengelola keuangan dengan lebih bijaksana di tengah berbagai tuntutan gaya hidup.

“Menurut saya, Mindful Spending sangat penting karena membuat kita berpikir dua kali sebelum mengeluarkan uang. Mahasiswa sering kali tergoda membeli sesuatu hanya karena sedang tren atau melihat media sosial. Dengan menerapkan Mindful Spending, saya bisa lebih memprioritaskan kebutuhan dibanding keinginan, memiliki tabungan untuk keperluan mendesak, serta terhindar dari kebiasaan berutang. Kebiasaan ini juga membuat saya lebih tenang karena tidak lagi merasa harus mengikuti gaya hidup orang lain,” ujar Amal.

Mindful Spending tidak hanya dipandang sebagai cara menghemat pengeluaran, tetapi juga sebagai kebiasaan yang membentuk kemampuan mahasiswa dalam mengambil keputusan keuangan secara bertanggung jawab. Dengan menerapkan pengelolaan keuangan yang lebih terencana sejak masa perkuliahan, mahasiswa diharapkan memiliki kesiapan finansial yang lebih baik ketika memasuki dunia kerja dan menghadapi berbagai tantangan ekonomi di masa depan.