Bireuen, EXPLOREPUBLIC — Lagu Monokrom karya Tulus kembali menjadi pilihan banyak pendengar musik Indonesia, termasuk warga di Kabupaten Bireuen, Aceh, Jumat (26/06/2026). Lagu yang pertama kali dirilis pada 2016 ini tetap relevan dan terus diputar hingga saat ini karena lirik dan melodinya yang menyentuh hati.
Monokrom mengisahkan perasaan seseorang yang merindukan warna dalam hidupnya sebuah gambaran mendalam tentang kehilangan semangat dan harapan di tengah keseharian yang terasa hampa. Alunan melodi yang lembut dipadukan dengan vokal khas Tulus yang hangat menjadikan lagu ini begitu dekat dengan perasaan banyak pendengar.
Zaiyana, salah satu pendengar setia Tulus di Bireuen, mengaku lagu Monokrom selalu menemaninya di berbagai momen, terutama saat membutuhkan ketenangan.
“Monokrom itu lagu yang terasa sangat personal. Setiap kali aku dengarnya, rasanya seperti lagu ini mewakili perasaan yang susah ku ungkap dengan kata-kata,” ujarnya.
Monokrom bertahan bertahun-tahun membuktikan bahwa musik yang jujur dan penuh makna mampu melampaui batas waktu. Bagi banyak pendengar, lagu ini bukan sekadar hiburan, melainkan teman setia dalam berbagai suasana hati.