Lhokseumawe, EXPLOREPUBLIC, Kamis (23/07/2026) Pakaian adat Suku Dayak masih terus dilestarikan oleh masyarakat Kalimantan sebagai simbol identitas budaya. Busana tradisional tersebut digunakan dalam upacara adat, penyambutan tamu, festival budaya, serta berbagai kegiatan resmi.

Pakaian adat Dayak memiliki ciri khas berupa rompi, kain bermotif etnik, manik-manik, ikat kepala, dan hiasan bulu burung enggang sebagai simbol keberanian serta identitas budaya.

Menurut hasil wawancara yang dilakukan pada Kamis (23/07/2026) di Taman Rusa Totol Batuphat, Kota Lhokseumawe, Rahmat Hidayat (25), warga Batuphat, mengatakan bahwa pakaian adat Dayak merupakan salah satu warisan budaya Indonesia yang harus terus dijaga dan dilestarikan.

“Pakaian adat Dayak memiliki ciri khas yang menunjukkan identitas masyarakat Kalimantan. Menurut saya, budaya seperti ini harus terus diperkenalkan kepada generasi muda agar tidak hilang dan tetap menjadi kebanggaan bangsa Indonesia,” ujarnya

Pelestarian pakaian adat dilakukan melalui kegiatan budaya yang melibatkan masyarakat dan pemerintah daerah. Busana tradisional juga diperkenalkan lewat pameran, pendidikan budaya, serta festival kebudayaan.