Lhokseumawe, EXPLOREPUBLIC — (01/07/2026) Penggunaan bahasa Aceh dalam kehidupan masyarakat Aceh sehari harinya dinilai tetap penting sebagai upaya menjaga identitas budaya di tengah meningkatnya penggunaan bahasa indonesia dan bahasa gaul.

Saat di temui di Bukit Indah, Lhokseumawe, pada Senin (1/7/2026), Ulfa (18) Seorang mahasiswi Program Studi Ilmu Komunikasi, Universitas Malikussaleh mengatakan dirinya lebih nyaman menggunakan bahasa Aceh ketika dirinya sedang di rumah maupun berbincang bersama teman sesama orang Aceh karena terasa lebih akrab dan mudah dipahami.

Namun, saat berada di lingkungan perkuliahan atau berkomunikasi dari teman dari luar Aceh, Ulfa memilih menggunakan bahasa Indonesia agar percakapan berjalan lancar, meski sesekali menyisipkan bahasa Aceh. “kalau aku pribadi sih lebih nyaman pakai bahasa Aceh ya, apalagi kalau di rumah atau ngobrol sama teman sesama orang Aceh karena rasanya ya lebih mudah aja, tapi kalau lagi kuliah atau ngobrol sama teman dari luar Aceh biasanya aku pakai bahasa Indonesia sih kadang juga diselipin bahasa Acehnya biar nyambung.” Ujarnya

Ia mengaku cukup sering mendapat pertanyaan dari pengguna media sosial maupun teman dari luar daerah mengenai arti kosakata Aceh setelah mengunggah lagu atau menggunakan ungkapan khas dalam percakapan sehari hari.

Menurut Ulfa, beberapa ungkapan yang sering ditanyakan ialah “Peue haba?” yang berarti “Apa kabar?” serta “jak” yang bermakna “ayo” atau “pergi”, bergantung pada konteks penggunaannya.Ulfa menyarankan masyarakat luar Aceh mempelajari kosakata sederhana, sering mendengarkan percakapan penutur asli, serta berlatih menggunakannya secara rutin agar semakin lancar berinteraksi menggunakan bahasa Aceh.