Lhokseumawe, EXPLOREPUBLIC — (11/07/2026) – Minat generasi muda terhadap penggunaan Tenun Uis Karo, kain tenun tradisional masyarakat Karo, menunjukkan peningkatan dalam beberapa tahun terakhir. Kain yang dahulu identik dengan upacara adat kini semakin sering dikenakan pada kegiatan kampus, festival budaya, pertunjukan seni, hingga dipadukan dengan busana modern sebagai bentuk pelestarian budaya.

Hal tersebut terlihat dalam berbagai kegiatan kebudayaan yang melibatkan pelajar, mahasiswa, dan komunitas seni. Selain menampilkan keindahan motif dan warna khas, penggunaan Tenun Uis Karo juga menjadi wujud kebanggaan terhadap identitas budaya lokal di tengah perkembangan tren fesyen modern.

Pada Kamis (09/07/2026) di Desa Bathupat Timur, Kota Lhokseumawe, menurut Nayna Azzahra Barus (19), mahasiswi semester II Program Studi Teknik Logistik, mahasiswa yang aktif mengikuti kegiatan seni budaya, generasi muda mulai menyadari bahwa mengenakan Tenun Uis Karo merupakan salah satu cara sederhana untuk menjaga warisan budaya agar tetap dikenal.

"Saya senang memakai Tenun Uis Karo saat kegiatan budaya karena membuat saya lebih mengenal keberagaman budaya Indonesia. Tenun Uis Karo bukan sekadar kain, tetapi memiliki makna yang mendalam," ujarnya.

Meski demikian, masih terdapat tantangan, seperti anggapan bahwa Tenun Uis Karo hanya cocok digunakan dalam acara adat. Padahal, dengan desain yang lebih modern, kain ini dapat dipadukan dengan berbagai jenis pakaian tanpa menghilangkan nilai budayanya. Melalui berbagai kegiatan budaya, pameran kerajinan tradisional, dan promosi di media sosial, diharapkan semakin banyak generasi muda yang mengenal serta bangga menggunakan Tenun Uis Karo sebagai bagian dari identitas bangsa.