Lhokseumawe, EXPLOREPUBLIC, (24/07/2026) Pakaian adat Bundo Kanduang yang berasal dari Kota Padang, Sumatera Barat, tetap menjadi simbol kehormatan perempuan Minangkabau. Budaya tersebut dikenalkan kembali melalui wawancara bersama Yosi (21), warga asli Padang, di kostnya, Lhokseumawe.
Dalam wawancara tersebut, Yosi menjelaskan bahwa pakaian Bundo Kanduang biasa dikenakan saat upacara adat, pernikahan, penyambutan tamu kehormatan, dan kegiatan budaya. Busana ini terdiri atas tengkuluk tanduk, baju kurung, lambak atau kain songket, salempang (selendang), ikat pinggang, serta berbagai perhiasan sebagai pelengkap.
Yosi mengatakan bahwa setiap bagian pakaian memiliki makna tersendiri. Tengkuluk tanduk melambangkan kebijaksanaan dan tanggung jawab perempuan Minangkabau, baju kurung mencerminkan kesopanan, sedangkan kain songket melambangkan kemuliaan serta kekayaan nilai budaya yang diwariskan turun-temurun.
Yosi (21) mengatakan, "Bundo Kanduang bukan sekadar pakaian adat, tetapi lambang kehormatan perempuan Minangkabau. Saat mengenakannya, kami diingatkan untuk menjaga sopan santun, menghormati adat, dan bangga terhadap budaya sendiri. Saya berharap generasi muda tetap melestarikan pakaian adat ini meskipun tinggal di perantauan."
Melalui pelestarian pakaian adat Bundo Kanduang, masyarakat diharapkan semakin mengenal kekayaan budaya Indonesia. Upaya sederhana seperti mengenakannya pada acara adat, festival budaya, maupun kegiatan kampus menjadi langkah nyata agar warisan budaya Minangkabau tetap lestari.