Lhokseumawe, EXPLOREPUBLIC (10/07/2026) Anggapan yang selama ini beredar di masyarakat bahwa perempuan berkelas identik dengan gaya hidup mewah, penampilan luar, atau barang bermerek dibantah tegas dalam tayangan podcast Suara Berkelas edisi ke-67 berjudul Bedah Mindset Perempuan Berkelas Yang Bikin Kamu Bisa Survive. Menurut narasumber, ketangguhan sejati justru lahir dari kemandirian mental dan finansial.
Hadir sebagai pembicara utama, Lavina Sabila atau yang akrab disapa Love Lavina penulis, kreator, sekaligus pendiri gerakan pemberdayaan perempuan Inong Carong menjelaskan definisi perempuan berkelas sejati adalah mereka yang memegang kendali penuh atas hidupnya sendiri, berpegang pada prinsip, serta tidak menggantungkan kebahagiaan pada pengakuan orang lain.
"Perempuan berkelas bukan soal apa yang dipakai, melainkan punya nilai diri yang kuat, berani menetapkan batasan, dan berani meninggalkan hal yang tidak baik bagi dirinya," ujar Lavina dalam sesi perbincangan yang dipandu Bilal Faranov itu, tayang di kanal YouTube Suara Berkelas, 7 Agustus 2025.
Ia menyoroti masih kuatnya hambatan yang membatasi ruang gerak perempuan, khususnya di wilayah seperti Aceh. Mulai dari minimnya dorongan untuk bermimpi besar dan melanjutkan pendidikan tinggi sejak kecil, tekanan sosial untuk segera menikah di usia muda, hingga anggapan bahwa peran perempuan hanya berpusat pada urusan rumah tangga.
"Kalau tidak nikah tidak mati, tapi menikah dengan orang yang salah rasanya setengah mati. Lebih baik menunggu sampai matang secara mental dan siap secara mandiri, daripada terburu-buru memenuhi harapan orang lain," tegasnya.
Data juga menunjukkan partisipasi perempuan di bidang ekonomi maupun politik masih jauh tertinggal dibandingkan laki-laki. Hambatan itu tidak hanya datang dari lingkungan, tetapi juga pola pikir perempuan itu sendiri yang sering kali ragu melangkah maju.
Untuk bisa bertahan dan berkembang, Lavina menekankan kemandirian finansial adalah pondasi utama kebebasan menentukan pilihan hidup. Ia juga mengajak perempuan berani keluar dari zona nyaman, tidak takut tantangan, dan menyadari bahwa rasa takut hanyalah ilusi sementara keterampilan yang dimiliki adalah aset nyata.
Perjuangan menuju kesetaraan, kata dia, bukan tanggung jawab perempuan semata. Laki-laki juga diharapkan berperan aktif memberikan dukungan, ruang berkembang, dan menghargai aspirasi perempuan.
Melalui gerakan Inong Carong yang berarti "Perempuan Pintar" dalam bahasa Aceh Lavina berupaya melatih keterampilan praktis dan kemandirian ekonomi perempuan di daerah, agar mampu berdiri tegak dan tangguh menghadapi berbagai situasi kehidupan.