Lhokseumawe, EXPLOREPUBLIC (30/07/2026) Alat musik tradisional rebab masih menjadi bagian penting dari warisan budaya Indonesia yang patut dilestarikan. Observasi dan wawancara dilakukan di lingkungan Kampus FISIP Universitas Malikussaleh, Lhokseumawe, untuk mengenalkan kembali keberadaan rebab kepada generasi muda.
Rebab merupakan alat musik berdawai yang dimainkan dengan cara digesek. Alat musik ini telah digunakan sejak lama sebagai pengiring pertunjukan seni tradisional, wayang, hingga berbagai upacara adat di sejumlah daerah Indonesia.
Di tengah pesatnya perkembangan musik modern, keberadaan rebab mulai jarang dijumpai. Kondisi tersebut mendorong berbagai pihak untuk terus memperkenalkan alat musik tradisional agar tetap dikenal dan tidak hilang ditelan zaman.
Untuk mengetahui pandangan generasi muda terhadap alat musik tradisional rebab, maka dilakukan wawancara bersama Renayah (19), mahasiswa rantau, yang bersuku Jawa. Di lingkungan Kampus FISIP Universitas Malikussaleh, Lhokseumawe. Menurutnya, rebab merupakan alat musik tradisional yang memiliki suara khas dan mencerminkan kekayaan budaya Indonesia.
"Menurut saya, rebab bukan hanya alat musik, tetapi juga bagian dari identitas budaya yang harus dijaga. Walaupun saat ini musik modern lebih banyak diminati, saya berharap generasi muda tetap mengenal, mempelajari, dan melestarikan rebab agar tidak hilang ditelan perkembangan zaman," ujar Renayah.
Melalui pendapat tersebut, terlihat bahwa generasi muda masih memiliki kepedulian terhadap pelestarian budaya. Dukungan dari masyarakat, lembaga pendidikan, dan pemerintah diharapkan mampu menjaga keberadaan rebab sebagai salah satu warisan budaya Indonesia yang bernilai tinggi.