Lhokseumawe, EXPLOREPUBLIC (31/07/2026) – Sape merupakan alat musik petik tradisional khas suku Dayak di Kalimantan yang dikenal karena menghasilkan alunan nada lembut dan menenangkan. Alat musik yang terbuat dari kayu utuh ini telah menjadi bagian penting dalam berbagai pertunjukan seni dan upacara adat masyarakat Dayak.

Seiring perkembangan zaman, Sape’ tidak hanya dimainkan dalam acara adat, tetapi juga dipadukan dengan musik modern sehingga semakin dikenal oleh masyarakat, khususnya generasi muda. Inovasi tersebut menjadi salah satu cara untuk menjaga eksistensi alat musik tradisional.

Menurut hasil wawancara yang dilakukan pada Kamis (30/07/2026) di Simpang Empat Pelabuhan, Kota Lhokseumawe, Nurhayati (32), seorang pedagang, mengatakan bahwa alat musik tradisional merupakan kekayaan budaya yang harus terus dijaga dan diperkenalkan kepada generasi muda.

“Alunan Sape’ sangat indah dan mencerminkan kekayaan budaya Indonesia. Saya berharap alat musik tradisional seperti ini terus dilestarikan agar tetap dikenal oleh generasi mendatang,” ujarnya.

Melalui festival budaya, pertunjukan seni, dan promosi di media digital, masyarakat diharapkan semakin mengenal Sape’ sebagai salah satu warisan budaya Indonesia yang patut dibanggakan.