Lhokseumawe, EXPLOREPUBLIC — (18/06/2026) Merawat diri atau self-care tidak selamanya harus berakhir dengan kantong bolong. Bagi mahasiswa kos yang hidup dengan anggaran bulanan ketat, nongkrong di kafe mahal atau berbelanja impulsif demi melepas penat justru bisa menjadi bumerang bagi kesehatan mental. Kini, banyak mahasiswa yang mulai beralih ke metode alternatif untuk menjaga kewarasan emosional lewat aktivitas sederhana dengan budget seminimal mungkin.
Naura (19), mahasiswi Ilmu Komunikasi Universitas Malikussaleh, menceritakan pengalamannya yang sempat terjebak dalam pola pikir bahwa merawat diri harus mengeluarkan banyak uang. Setiap kali merasa tertekan karena tugas kuliah, ia kerap melarikan diri dengan berbelanja ataupun dengan nongkrong di kafe.
“Dulu kalau pusing bawaannya mau checkout Shopee atau nongkrong ke kafe yang bisa habis Rp50.000 sekali duduk. Sekarang sudah mikir dua kali," kata Naura, Kamis (18/06/2026).
Menurutnya, esensi self-care adalah menyehatkan mental. "Jadi, kalau habis melakukan itu malah bingung besok makan apa, ya itu malah bikin tambah stres," tambahnya.
Saat ini, Naura mulai mengubah kebiasaannya dengan menerapkan batasan anggaran yang ketat. Ia memanfaatkan promo-promo potongan harga yang ada di aplikasi online.
"Sekarang self-care aku simpel. Cukup beli boba dengan harga Rp10.000 sama beli camilan Rp5.000, terus dimakan di kamar sambil nonton serial favorit tanpa mikirin tugas dan yang lain-lain. Yang penting sih, harus tahu ya kapan harus istirahat, kapan harus nugas, pandai-pandai mengendalikan diri aja sih sekarang," lanjutnya.
Selain membatasi pengeluaran jajan, Naura juga memilih merawat diri yang tidak mengeluarkan biaya, yaitu dengan membersihkan kamar kosnya.
"Kalau kamar kos berantakan, pikiran juga pasti akan ikutan ruwet. Jadi, self-care mingguan aku itu justru beresin kamar dan ganti seprai lalu diberi wangi-wangian biar pikiran juga jadi ikut bersih dan fresh," ujar Naura.
Menurutnya self-care tidak harus selalu tentang belanja, jalan-jalan ataupun nongkrong menghabiskan uang. Bagi anak kos, kebiasaan tersebut bukannya membuat mental menjadi sehat, melainkan justru menambah beban pikiran ketika uang bulanan habis terpakai.