Lhokseumawe, EXPLOREPUBLIC(11/07/2026) Seni ranup hias Aceh merupakan salah satu seni tradisional yang menampilkan rangkaian daun sirih yang dibentuk menjadi berbagai tampilan yang menarik. 

Riadus Salamah (19), Mahasiswi Universitas Malikussaleh, Program Studi Ilmu Komunikasi, mengatakan “ranup adalah tradisi penting dalam adat Aceh yang melambangkan penghormatan, kesopanan, dan niat baik. Dalam tradisi ini, keluarga calon mempelai laki-laki membawa ranup dan berbagai hantaran sebagai tanda kesungguhan untuk melamar calon mempelai perempuan.”

Dalam acara pernikahan adat dan lamaran, seni ranup dibawa oleh rombongan mempelai pria sebagai hantaran kepada keluarga mempelai wanita. Adat ini memiliki makna yang berarti harapan agar kedua mempelai menjalin hubungan yang baik dan harmonis.

Hingga kini, ranup sirih masih dilestarikan di Aceh karena memiliki nilai budaya, seperti penghormatan kepada tamu, budaya turun-temurun, bagian upacara adat, mendorong kreativitas seni, memiliki makna dan memperkenalkan seni kepada generasi selanjutnya. 

Pembuatan ranup sirih dilakukan dengan merangkai daun sirih sehingga menghasilkan hiasan dan tampilan yang menarik. Pembuatannya yaitu dengan melipat, digulung, dan disusun menjadi berbagai bentuk seperti bunga, kupu-kupu dan kopiah. Untuk menambahkan unsur estetika, ditambahkan pinang dan kapur sirih di sekitar rangkaian ranup sirih.