Lhokseumawe, EXPLOREPUBLIC(10/07/2026) Seni rapai merupakan seni tradisional khas Aceh yang menggunakan rapai. Alat musik ini dimainkan dengan cara di pukul menggunakan tangan sehingga menghasilkan bunyi, irama dan ritme.

Kiara Kiranza (17), salah satu penonton seni rapai pada (17/06/2026) di Pante Baro Kumbang, Peusangan Siblah Krueng, Kabupaten Bireuen, mengatakan bahwa “rapai sangat ramai disukai karena menjadi hiburan, irama yang khas dan menarik, serta nyanyiannya yang sangat khas Aceh.”

Seni ini seringkali dimainkan di berbagai kegiatan seperti di acara pernikahan, acara peresmian, adat budaya, penyambutan tamu kehormatan, serta acara pendidikan dan pelestarian. Seni ini masih sering dimainkan di wilayah Aceh dan daerah yang masih melestarikan budaya tradisional.

Rapai sangat di gemari masyarakat Aceh karena tidak hanya menjadi hiburan, tetapi memiliki nilai budaya yang sangat menonjolkan ciri khas Aceh. Seni ini masih menjadi identitas masyarakat Aceh serta mempererat rasa kebersamaan.

Pertunjukan seni rapai dimainkan secara berkelompok dengan alat musik rapai serta di iringi nyanyian yang mengandung makna dan dakwah di dalamnya. Hal ini menjadi daya tarik utama sehingga pertunjukan tradisional ini masih sangat populer di kalangan masyarakat Aceh.