Lhokseumawe, EXPLOREPUBLIC, Kamis (18/06/2026) – Tari Saman merupakan salah satu warisan budaya Aceh yang dikenal luas hingga mancanegara. Tarian tradisional ini memiliki ciri khas berupa gerakan tangan, badan, dan kepala yang dilakukan secara serempak tanpa menggunakan alat musik pengiring.
Fazia (19) mengatakan bahwa Tari Saman mengandalkan kekompakan para penari dalam mengikuti irama yang dipandu oleh seorang syekh melalui lantunan syair. Menurutnya, syair tersebut berfungsi untuk mengatur tempo dan ritme selama pertunjukan berlangsung.
"Tari Saman memiliki ciri khas karena mampu menciptakan iramanya sendiri melalui gerakan dan lantunan syair para penari," ujar Fazia.
Ia menjelaskan bahwa para penari dituntut memiliki konsentrasi dan kekompakan yang tinggi. Ketika syekh mempercepat lantunan syair, tempo gerakan para penari juga meningkat sehingga seluruh anggota harus tetap bergerak secara selaras.
Menurut Fazia, pelestarian Tari Saman dilakukan oleh berbagai pihak, mulai dari masyarakat, sanggar seni, sekolah, hingga pemerintah. Selain itu, pelajar dan mahasiswa juga turut berperan melalui kegiatan ekstrakurikuler dan komunitas seni yang aktif mempelajari serta menampilkan tarian tersebut.
Dalam kehidupan masyarakat Aceh, Tari Saman kerap ditampilkan pada berbagai kegiatan adat dan sosial, seperti pesta pernikahan, penyambutan tamu kehormatan, silaturahmi antarmasyarakat, serta festival budaya.
Fazia menuturkan bahwa Tari Saman penting untuk terus dilestarikan karena tidak hanya menjadi bagian dari identitas budaya Aceh, tetapi juga mengandung nilai pendidikan karakter. Menurutnya, latihan Tari Saman dapat melatih disiplin, konsentrasi, kerja sama, dan rasa saling percaya antarpenari.
"Tari Saman bukan sekadar seni pertunjukan, tetapi juga mengajarkan nilai-nilai kebersamaan dan tanggung jawab kepada generasi muda," katanya.
Upaya memperkenalkan Tari Saman kepada masyarakat nasional dan internasional terus dilakukan melalui berbagai pertunjukan budaya dan festival seni. Kegiatan tersebut menjadi salah satu cara untuk mengenalkan kekayaan budaya Aceh kepada masyarakat yang lebih luas.