Lhokseumawe, EXPLOREPUBLIC – Kamis (18/06/2026), tradisi Meugang kembali menjadi momen yang dinantikan masyarakat Kota Lhokseumawe menjelang Hari Raya Iduladha. Tradisi yang telah diwariskan secara turun-temurun ini tidak hanya menjadi waktu untuk menikmati hidangan daging bersama keluarga, tetapi juga mempererat hubungan sosial antarwarga.

Tradisi Meugang merupakan tradisi khas Aceh yang dilaksanakan menjelang hari-hari besar Islam, seperti Ramadan, Idulfitri, dan Iduladha. Pada momen tersebut, masyarakat membeli daging sapi atau kerbau untuk dimasak dan disantap bersama keluarga. Suasana pasar dan tempat penjualan daging di Lhokseumawe pun tampak lebih ramai dibandingkan hari-hari biasa. 

Dalam wawancara yang dilakukan di Universitas Malikussaleh, Meida (21), mahasiswa asal Aceh, mengatakan bahwa tradisi Meugang memiliki makna penting bagi masyarakat Aceh karena menjadi sarana untuk mempererat hubungan keluarga dan berbagi kebahagiaan dengan sesama.

"Menurut saya, Meugang bukan hanya tradisi membeli dan memasak daging. Tradisi ini menjadi momen berkumpul bersama keluarga serta mengajarkan nilai berbagi kepada kerabat dan tetangga," ujarnya.

Ia juga menambahkan bahwa tradisi Meugang masih tetap dijaga hingga saat ini karena sudah menjadi bagian dari identitas budaya masyarakat Aceh. Meskipun zaman terus berkembang, semangat kebersamaan yang terkandung dalam tradisi tersebut tetap relevan dalam kehidupan masyarakat.

Melalui tradisi Meugang, masyarakat Aceh tidak hanya melestarikan warisan budaya leluhur, tetapi juga memperkuat nilai kebersamaan, rasa syukur, dan kepedulian sosial yang menjadi ciri khas kehidupan masyarakat Aceh.