Lhokseumawe, EXPLOREPUBLIC - Game online saat ini sudah menjadi bagian dari hiburan yang cukup populer di kalangan mahasiswa. Banyak mahasiswa memilih bermain game untuk menghilangkan penat setelah mengikuti perkuliahan dan menyelesaikan tugas kampus. Selain sebagai hiburan, game online juga sering dijadikan sarana untuk bersosialisasi dan menghabiskan waktu bersama teman.
Di Lhokseumawe sendiri, budaya bermain game online semakin mudah ditemui, terutama pada malam hari. Beberapa mahasiswa bahkan menghabiskan waktu cukup lama untuk bermain bersama teman-teman mereka, baik di kos, rumah, maupun warung kopi yang menyediakan akses internet.
Namun, kebiasaan bermain game online juga menimbulkan pandangan berbeda di kalangan mahasiswa. Sebagian mahasiswa menganggap game online memberikan hiburan dan membuat pikiran lebih santai setelah menjalani aktivitas kuliah. Mereka merasa permainan tersebut membantu mengurangi stres dan membuat suasana berkumpul bersama teman menjadi lebih menyenangkan.
Muhammad Messy (20), mahasiswa Politeknik Negeri Lhokseumawe, menilai bahwa game online tidak selalu berdampak buruk bagi mahasiswa. Menurutnya, game dapat menjadi sarana hiburan setelah menjalani aktivitas perkuliahan yang padat.
“Menurut saya, game online bisa menjadi hiburan yang positif jika dimainkan dengan batas yang wajar. Setelah kuliah dan mengerjakan tugas, bermain game membantu mengurangi stres dan membuat pikiran lebih rileks. Selain itu, kita juga bisa berinteraksi dengan teman-teman meskipun berada di tempat yang berbeda,” ujarnya.
Di sisi lain, ada juga mahasiswa yang menilai game online bisa membuat seseorang terlalu kompetitif jika dimainkan secara berlebihan. Tidak sedikit pemain yang mulai berpikir bahwa kemenangan adalah hal utama dalam permainan. Beberapa pemain bahkan terlalu fokus untuk mendapatkan banyak kemenangan atau poin hingga sulit mengontrol waktu bermain.
“Banyak pemain yang awalnya hanya mencari hiburan, tetapi lama-kelamaan menjadi terlalu fokus pada permainan. Ada yang sampai berpikir bahwa menang adalah segalanya, harus mendapatkan banyak kill, atau terus mengejar rank yang lebih tinggi. Kalau tidak bisa mengontrol diri, game bisa menghabiskan waktu dan mengganggu aktivitas lain yang lebih penting,” ujar Rifiyal (20).
Perbedaan pandangan tersebut membuat budaya game online sering dianggap memiliki dua sisi. Ada yang menjadikannya sebagai hiburan biasa untuk mengisi waktu luang, tetapi ada juga yang mulai terlalu larut dalam permainan hingga mengabaikan waktu istirahat dan aktivitas lainnya.
Meski begitu, game online tetap menjadi bagian dari budaya hiburan modern di kalangan anak muda. Selama dimainkan dengan bijak dan tidak berlebihan, sebagian mahasiswa menganggap game online hanya sebagai cara untuk melepas penat dan mencari hiburan setelah menjalani aktivitas perkuliahan.