Lhokseumawe, EXPLOREPUBLIC – Interaksi sapa-menyapa menjadi pemandangan rutin bagi mahasiswa Jurusan Ilmu Komunikasi (Ilkom) kelas 2E di Universitas Malikussaleh (Unimal). Kebiasaan sederhana yang kerap terlihat di sekitar lingkungan kampus ini secara perlahan mampu menghilangkan batasan pergaulan dan menciptakan keakraban antarmahasiswa.
Pemandangan tersebut sering terjadi ketika para mahasiswa saling bertemu, berpapasan atau hendak berpisah usai perkuliahan. Sapaan singkat seperti ucapan “duluan ya” yang kemudian dibalas dengan “hati-hati” menjadi kalimat yang paling sering terdengar dari mahasiswa kelas 2E.
Khoirunnisa (18), salah satu mahasiswi Ilkom kelas 2E, menjelaskan bahwa setiap kalimat sapaan tersebut memiliki penempatannya masing-masing dalam keseharian mereka.
“Ucapan ‘duluan ya’ biasanya diucapkan oleh teman kita yang sudah menyelesaikan mata kuliah dan pulang lebih awal. Sedangkan ‘hati-hati’ diucapkan kepada teman yang bepergian atau mau pulang setelah kelas selesai,” ujar Khoirunnisa.
Menurutnya, tradisi ini awalnya bermula dari upaya sadar para mahasiswa untuk beradaptasi. Pada masa awal perkuliahan, mereka memberanikan diri untuk saling menyapa demi memulai pertemanan baru. Seiring berjalannya waktu, hal tersebut berubah menjadi kebiasaan yang mengakar secara natural setiap harinya.
“Jujur, kebiasaan kecil ini menunjukkan betapa pedulinya kita terhadap sesama teman di lingkungan kita, dan ini juga wujud simpati. Ini hal yang berharga, karna hal sekecil dan sesimpel itu tidak bisa semua orang melakukannya akibat dihadapkan pada rasa gengsi atau canggung,” tegasnya.
Khoirunnisa juga menambahkan bahwa kebiasaan ini tidak hanya terbatas di dalam ruang kelas. Budaya saling sapa tetap konsisten dilakukan ketika mereka berpapasan di luar kelas, seperti di area kantin maupun parkiran kampus.
Senada dengan hal tersebut, mahasiswa Ilkom kelas 2E lainnya membenarkan bahwa tidak ada kesepakatan khusus di balik kebiasaan menyapa ini. Menurutnya, suasana kelas 2E yang terbuka membuat suasana akrab lebih mudah terbentuk seiring berjalannya waktu.
“Awal-awal interaksi masih canggung, tapi karena sudah akrab, kebiasaan saling menyapa itu muncul dengan sendirinya. Menurut saya pribadi, kebiasaan kecil seperti ini membuat suasana kelas jadi lebih nyaman dan tidak terlalu canggung,” ungkap mahasiswa tersebut.
Lebih lanjut, ia menceritakan bahwa tradisi tegur sapa ini juga kerap melahirkan momen jenaka yang merekatkan pertemanan mereka.
“pernah saya meledek teman saya yang sedang jalan kaki saat saya sedang berboncengan motor dengan teman saya yang lain. Saya bilang ‘duluan ya’, terus teman yang jalan kaki membalas, ‘tidak setia kawan!’,” ceritanya.
Berawal dari hal kecil seperti sapaan dan obrolan ringan, mahasiswa Ilkom Unimal kelas 2E membuktikan bahwa kehangatan komunikasi efektif memangkas jarak antarindividu, membuat satu sama lain merasa lebih dekat layaknya keluarga.