Lhokseumawe, EXPLOREPUBLIC — (18/06/2026) Kebiasaan selalu mengiyakan ajakan berkumpul atau nongkrong demi menyenangkan teman kini sudah mulai dikurangi oleh sebagian mahasiswa, salah satunya mahasiswa di Universitas Malikussaleh. Menurut mereka, kebiasaan tersebut mulai mengganggu fokus belajar dan memotong jam istirahat.
Hal ini salah satunya dirasakan oleh Lita (18), mahasiswi Jurusan Ilmu Komunikasi Universitas Malikussaleh. Saat ditemui di kampus Bukit Indah pada Kamis (18/06/2026) di siang hari, Lita menceritakan
pengalaman semester satunya yang sempat tiga bulan penuh selalu memaksakan diri untuk hadir di setiap acara kumpul-kumpul di luar jam kuliah. "Waktu semester satu, saya selalu mengiyakan ajakan dari teman-teman saya karena takut dibilang sombong ataupun tidak asyik. Jadi setiap diajak saya tidak bisa bilang ‘tidak’. Karena itu, jam istirahat saya jadi berkurang. Saya sering kelelahan, dan tugas-tugas kuliah saya jadi menumpuk. Saya pun jadi keteteran karena tugas banyak dan tenggat waktu semakin dekat," ujar Lita.
Menurutnya, situasi tersebut mulai mengganggu fokus belajarnya, karena itu, sejak semester dua ini ia memutuskan untuk mengubah kebiasaan. Ia mulai berani menolak ajakan kumpul-kumpul jika kondisi fisik dan pikirannya sedang lelah setelah seharian mengikuti kelas, ataupun jika sedang ada tugas.
Lita juga lebih memilih menjelaskan kondisinya secara jujur kepada teman-temannya bahwa ia membutuhkan waktu di kamar kos untuk beristirahat dan mengerjakan tugas.
"Awalnya sih memang merasa tidak enak, tapi setelah dicoba ternyata teman-teman bisa memaklumi dan mereka juga jadi sama, lebih mengurangi waktu nongkrong kalau lagi capek atau banyak tugas," tambahnya.
Dampak dari keberanian membatasi diri ini sekarang dirasakan langsung oleh Lita dalam kesehariannya dan teman-temannya. Manajemen waktu mereka menjadi lebih teratur, pengerjaan tugas kuliah tidak lagi dikejar-kejar tenggat waktu, dan mereka tetap bisa menjaga hubungan baik tanpa harus memaksakan diri hadir di setiap kesempatan.