Medan, EXPLOREPUBLIC - Di tengah kawasan tua Kesawan, berdiri sebuah bangunan bersejarah yang menjadi saksi perkembangan Kota Medan pada masa kolonial Belanda, yaitu Tjong A Fie Mansion. Hingga kini, bangunan yang didirikan pada akhir abad ke-19 itu masih menjadi salah satu ikon sejarah dan budaya Kota Medan yang terus dikunjungi wisatawan dari berbagai daerah.
Rumah megah tersebut dibangun oleh Tjong A Fie, seorang saudagar keturunan Tionghoa yang memiliki pengaruh besar terhadap perkembangan ekonomi Kota Medan. Mansion ini mulai dibangun pada tahun 1895 dan selesai sekitar tahun 1900. Selain menjadi tempat tinggal keluarga, bangunan itu juga digunakan sebagai tempat pertemuan penting dengan pejabat Belanda dan Kesultanan Deli.
Bangunan yang terletak di kawasan Kesawan ini memiliki perpaduan arsitektur Tionghoa, Melayu, dan Eropa, yang terlihat dari bentuk jendela, ukiran kayu, warna bangunan, hingga tata ruangnya.
Menurut jurnal Konservasi Bangunan Tjong A Fie dalam Usaha Keberlanjutan Mempertahankan Bangunan Bersejarah Kota Medan, bangunan seperti ini memiliki nilai penting sebagai bagian dari identitas sejarah kota. Namun, arus modernisasi membuat keberadaan bangunan tua semakin terancam dan membutuhkan upaya pelestarian yang serius.
Selain dikenal sebagai pengusaha sukses, Tjong A Fie juga dikenang sebagai dermawan yang berkontribusi dalam pembangunan tempat ibadah, rumah sakit, dan kawasan perdagangan di Medan. Namanya pun masih dikenang luas oleh masyarakat hingga hari ini.
Kini, Tjong A Fie Mansion dibuka sebagai museum dan destinasi wisata sejarah. Banyak wisatawan datang untuk melihat peninggalan sejarah, interior rumah kuno, serta mengenal perkembangan budaya Tionghoa di Kota Medan. Penelitian terbaru juga menyebutkan bahwa bangunan ini memiliki potensi besar sebagai wisata budaya sekaligus sarana edukasi sejarah bagi generasi muda.