Lhokseumawe, EXPLOREPUBLIC – Tradisi kenduri masih menjadi budaya yang terus dijaga masyarakat di Kota Lhokseumawe dalam kehidupan sehari-hari. Kegiatan tersebut biasanya dilakukan saat acara syukuran, pernikahan, dan peringatan hari tertentu dengan melibatkan warga sekitar.

Kenduri merupakan tradisi makan bersama yang dilakukan masyarakat sebagai bentuk rasa syukur dan doa bersama. Tradisi ini sudah lama berkembang dalam kehidupan masyarakat Aceh dan menjadi bagian dari budaya yang mengandung nilai kebersamaan, gotong royong, serta silaturahmi antarwarga.

Rahmat, 42 tahun, seorang warga Desa Kampung Jawa Lama, mengatakan tradisi kenduri masih dipertahankan karena mampu menjaga kekompakan masyarakat. Menurutnya, warga biasanya saling membantu menyiapkan makanan dan perlengkapan acara sebelum kegiatan dimulai.

“Kenduri bukan hanya makan bersama, tetapi juga menjadi tempat mempererat silaturahmi antarwarga,” ujar Rahmat.

Tradisi tersebut dilakukan dengan cara memasak makanan secara bersama-sama sejak pagi hari. Kaum ibu biasanya menyiapkan hidangan, sedangkan kaum pria membantu mempersiapkan tempat dan perlengkapan acara. Setelah makanan selesai dimasak, masyarakat berkumpul untuk berdoa bersama sebelum menikmati hidangan yang telah disediakan.

Masyarakat masih mempertahankan tradisi kenduri karena dianggap mampu menjaga hubungan sosial dan rasa kebersamaan di tengah perkembangan zaman modern