Lhokseumawe, EXPLOREPUBLIC, (Selasa (20/05/2026), pukul 10.15 WIB) — Rahmat (47), warga Jalan Merdeka Barat, Gampong Keude Aceh, Kecamatan Banda Sakti, menjelaskan Terminal Lama Lhokseumawe dahulu menjadi pusat aktivitas transportasi masyarakat dan tempat persinggahan angkutan umum antardaerah di kawasan kota tersebut.

Menurut Rahmat, terminal itu ramai digunakan sekitar tahun 1990-an hingga awal 2000-an karena banyak bus penumpang, mobil umum, serta pedagang kecil melakukan aktivitas setiap hari di lokasi tersebut. Masyarakat juga menjadikan terminal sebagai tempat berkumpul sebelum melakukan perjalanan ke berbagai daerah di Aceh.

Ia mengatakan kondisi terminal saat ini mulai berubah dan sebagian bangunan terlihat kurang terawat akibat berkurangnya aktivitas transportasi setelah pemerintah memindahkan pusat terminal ke kawasan lain di Kota Lhokseumawe. Sejak saat itu, aktivitas masyarakat di sekitar terminal lama juga ikut menurun dibandingkan beberapa tahun sebelumnya.

Ia menilai keberadaan Terminal Lama Lhokseumawe memiliki nilai sejarah bagi masyarakat karena pernah menjadi salah satu pusat transportasi penting yang membantu aktivitas ekonomi dan perjalanan warga pada masa lalu di kawasan kota tersebut.

Rahmat berharap pemerintah dapat menjaga dan memperhatikan kondisi terminal lama agar tetap menjadi bagian dari sejarah lokal Kota Lhokseumawe serta dapat dikenal kembali oleh generasi muda saat ini.