Asahan, EXPLOREPUBLIC – (26/05/2026) Olimpiade Olahraga Siswa Nasional (O2SN) merupakan ajang olahraga tahunan yang diselenggarakan oleh Kementerian Pendidikan untuk mencari serta mengembangkan bakat dan minat siswa di bidang olahraga. Selain itu, kegiatan ini juga bertujuan menanamkan karakter sportivitas, disiplin, dan rasa percaya diri kepada para peserta.

Kegiatan O2SN cabang olahraga pencak silat tingkat Cabang Dinas Pendidikan Wilayah V tahun 2026 baru saja diselenggarakan di Dispora Tanjungbalai pada 25-26 Mei 2026. Pada cabang pencak silat, yang diperlombakan ialah seni jurus tunggal.

Perlombaan tersebut mencakup tiga daerah di Sumatra Utara, yaitu Kabupaten Asahan, Kabupaten Batu Bara, dan Kota Tanjungbalai. Masing-masing sekolah tingkat SMA/SMK mengirimkan atlet pencak silat terbaik putra maupun putri untuk mengikuti perlombaan.

Sebanyak 51 peserta dari 33 sekolah turut berpartisipasi dalam ajang tersebut. Para peserta diperlombakan hingga babak final untuk menentukan atlet dengan gerakan jurus terbaik sesuai aturan penilaian yang berlaku.

Pengambilan nilai dilakukan berdasarkan ketepatan gerakan jurus, pengontrolan ekspresi, serta penguasaan peserta terhadap senjata atau alat yang digunakan dalam perlombaan. Penilaian dilakukan langsung oleh dewan juri dan bersifat mutlak. Penentuan juara dimulai dari babak semifinal hingga final.

Salah satu juri O2SN, Ely Agustin (28), mengatakan bahwa menjadi juri dalam perlombaan pencak silat memiliki tantangan tersendiri, terutama di era digital saat ini. Menurutnya, pertandingan yang direkam dan disebarluaskan di media sosial sering menimbulkan perbandingan dari masyarakat terhadap hasil penilaian juri.

“Keputusan juri itu mutlak karena juri mengetahui standar dan tata cara penilaian yang sesuai aturan,” ujarnya.

Dari hasil penilaian nantinya akan ditentukan empat pemenang, yaitu juara 1, juara 2, juara 3, dan juara harapan. Penentuan tersebut berlaku untuk kategori putra maupun putri. Juara 1 nantinya akan melaju ke tingkat provinsi untuk mewakili daerah masing-masing.

Keberhasilan peserta tidak terlepas dari kerja keras selama latihan dan pembinaan dari pelatih. Arahan dan pembinaan yang baik dinilai sangat penting untuk perkembangan atlet ke depannya. Dalam pertandingan, menang ataupun kalah merupakan hal yang biasa, karena kegagalan dapat menjadi pengalaman untuk meraih prestasi yang lebih baik di masa mendatang.