Lhokseumawe, EXPLOREPUBLIC – Museum Lhokseumawe yang terletak di Jalan Teuku Hamzah Bendahara, Kuta Blang, Kecamatan Banda Sakti, Kota Lhokseumawe, tepat di seberang Islamic Center Lhokseumawe diresmikan dan dibuka untuk umum pada Jumat (18/10/2019).
Museum ini dikelola oleh pemerintah Kota Lhokseumawe melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Lhokseumawe. Museum ini menyimpan banyak benda-benda peninggalan sejarah yang menjadi kekayaan budaya Lhokseumawe. Salah satunya adalah Rumah Krong Bade.
Rumah Krong Bade atau yang sering dikenal dengan Rumoh Aceh adalah rumah panggung yang berada di Provinsi Aceh. Saat ini, Rumoh Krong Bade telah jarang ditemukan sebagai tempat tinggal. Namun, rumah ini dapat ditemukan di museum Lhokseumawe sebagai salah satu peninggalan sejarah dan budaya yang mengandung filosofi tersendiri.
Rumah Krong Bade memiliki filosofi yang tercermin dalam pembagian rumah yang disebut dengan Tiga Serambi atau Tiga Babak kehidupan. Tiga Serambi mencakup Seuramo Keu atau gerbang keterbukaan, Seuramo Teungoh atau jantung kebersamaan dan Seuramo Likot atau tirai kehormatan.
Seuramo Keu adalah bagian paling depan rumah yang mencerminkan keterbukaan. Ruangan ini dirancang untuk menerima tamu laki-laki, bermusyawarah dan tempat bersilaturahmi dengan orang luar. Ruangan ini mengajarkan untuk selalu siap menerima tamu dan sebagai bentuk sikap memuliakan tamu (peumulia jamee).
Yang kedua ada Seuramo Teungoh atau jantung kebersamaan. Letak ruangan ini berada di tengah rumah dan sering disebut sebagai “Rumah Inong”. Ruangan ini merupakan ruangan inti yang berfungsi sebagai pusat kehidupan, tempat di mana hubungan keluarga hangat terjalin.
Dan bagian yang terakhir adalah Seuramo Likot (Serambi Belakang). Bagian ini adalah ruang paling privat, karna berfungsi sebagai tempat untuk kaum perempuan, kamar utama, dan sebagai tempat penyimpanan harta benda. Ruangan ini menjadi bentuk penghormatan terhadap martabat kaum perempuan dan sebagai simbol kerahasiaan dan kesucian kaum perempuan.
Nilai filosofis dalam rumah Krong Bade sangat penting untuk dipelajari dan dipertahankan nilainya. Karena rumah Krong Bade berfungsi sebagai identitas budaya, simbol sejarah dan wujud kearifan lokal. Rumah Krong Bade menjadi salah satu bukti kekayaan budaya yang ada di Indonesia, terkhusus di Provinsi Aceh.