Bireuen, EXPLOREPUBLIC, 16 Mei 2026 - Samalanga adalah salah satu kecamatan di Kabupaten Bireuen, yang mempunyai jumlah peranan penting dalam sejarah Aceh. Julukan “Kota Santri” yang melekat pada daerah ini bukan sekedar simbol, melainkan cerminan nyata dari akar sejarah Islam yang telah tertanam selama berabad-abad.
Sejak abad ke-13, tradisi pesantren telah tumbuh subur di wilayah Bireuen hingga melahirkan Samalanga sebagai pusatnya. Puluhan pesantren dan pusat pengajian berdiri di sini, melahirkan ulama-ulama kharismatik, sementara tradisi ngaji kitab dan majelis ilmu menjadi khas daerah ini. Salah satu yang paling dikenal adalah Dayah MUDI Mesra, yang sudah eksis sejak zaman Sultan Iskandar Muda dan kini dipimpin oleh Teungku Hasanoel Bashry.
Tak hanya dikenal sebagai pusat ilmu, Samalanga juga menyimpan jejak perjuangan. Pocut Meuligoe, perempuan asal Gampong Baro, tercatat memimpin pemuda-pemuda Samalanga menggempur Belanda di Batee Iliek. Bahkan kolonial Belanda sendiri mengakui bahwa Samalanga sebagai salah satu benteng terkuat di Aceh yang tak pernah berhasil direbut.
Pengakuan atas identitas ini semakin kuat secara resmi ketika pada 22 Oktober 2020, Pemerintah Aceh menetapkan Bireuen sebagai Kota Santri, dimana Samalanga-lah yang menjadi pilar utama di baliknya. Penetapan ini bertepatan dengan peringatan ke-6 Hari Santri Nasional. Julukan itu bukan hanya warisan, melainkan amanah sejarah yang terus dijaga oleh masyarakat Samalanga dari generasi ke generasi.