Lhokseumawe, EXPLOREPUBLIC – Pada Jumat (14/06/2026), sekitar pukul 21.34 WIB, suasana di Sabar Kupie, Kota Lhokseumawe, terlihat cukup ramai. Sejumlah pengunjung tampak memenuhi beberapa meja sambil menikmati makanan dan minuman yang tersedia. Obrolan santai antarteman terdengar di berbagai sudut warung, menciptakan suasana hangat pada malam hari.
Di antara berbagai pilihan minuman yang tersedia, segelas air tebu menjadi pilihan untuk menemani waktu bersantai malam itu. Minuman yang terbuat dari sari tebu tersebut disajikan dalam keadaan dingin dengan tambahan es yang membuat rasanya terasa lebih segar.
Berdasarkan pengamatan di lokasi, proses pembuatan air tebu terbilang sederhana. Batang tebu dimasukkan ke dalam mesin pemeras hingga menghasilkan sari tebu segar. Setelah itu, air tebu dituangkan ke dalam gelas dan disajikan kepada pelanggan.
Sambil menikmati segelas air tebu, suasana warung terasa semakin nyaman. Pengunjung di meja-meja sekitar tampak larut dalam obrolan mereka masing-masing. Sesekali terdengar tawa yang menambah hangat suasana malam di Sabar Kupie.
Rasa manis alami yang dihasilkan dari sari tebu membuat minuman ini tetap diminati hingga sekarang. Selain menyegarkan, air tebu juga mudah ditemukan dan memiliki harga yang terjangkau sehingga masih menjadi pilihan banyak masyarakat.
Dari hasil pengamatan yang dilakukan, air tebu bukan hanya sekadar minuman pelepas dahaga. Di tengah suasana warung kopi yang ramai, segelas air tebu dapat menjadi teman untuk menikmati waktu santai, berbincang bersama teman, atau sekadar menikmati suasana malam. Kesederhanaannya justru menjadi alasan mengapa minuman ini tetap memiliki tempat di hati masyarakat.