Lhokseumawe, EXPLOREPUBLIC – Museum Lhokseumawe yang terletak di Jalan Teuku Hamzah Bendahara, Kuta Blang, Kecamatan Banda Sakti, Kota Lhokseumawe, tepat di seberang Islamic Center Lhokseumawe menyimpan banyak benda bersejarah yang menjadi kekayaan budaya Aceh. Salah satu benda bersejarah yang dapat ditemukan di museum ini adalah Tambo.
Tambo adalah alat musik tradisional sejenis bedug yang terbuat dari batang iboh dan kulit sapi. Pada zaman dahulu, Tambo memiliki fungsi yang sangat penting dalam kehidupan sehari-hari masyarakat Aceh, terutama sebagai alat komunikasi tradisional sebelum adanya teknologi modern.
Tambo memiliki fungsi utama yang sangat melekat dengan aktivitas sosial dan keagamaan masyarakat Aceh tempo dulu. Fungsi tersebut terbagi menjadi dua kegunaan utama, yaitu sebagai penanda waktu salat dan sebagai alat pemanggil masyarakat untuk berkumpul di meunasah.
Fungsi pertama Tambo adalah sebagai penanda waktu salat. Pada zaman dahulu, ketika pengeras suara belum ada, gema suara Tambo yang dipukul bertalu-talu dari meunasah (surau) menjadi petunjuk bagi masyarakat bahwa waktu salat fardhu telah tiba.
Fungsi kedua Tambo adalah sebagai alat pemanggil untuk bermusyawarah. Suara Tambo juga digunakan oleh tetua kampung atau perangkat desa untuk mengumpulkan masyarakat ke meunasah saat ada pengumuman penting, bahaya yang mengancam, ataupun ketika ingin mendiskusikan urusan desa.
Namun seiring dengan perkembangan zaman, fungsi Tambo mulai mengalami pergeseran. Setelah munculnya teknologi modern seperti mikrofon dan speaker, Tambo mulai ditinggalkan oleh masyarakat untuk kegunaan harian di meunasah. Saat ini, Tambo telah beralih fungsi dan lebih sering digunakan sebagai alat musik estetis untuk mengiringi berbagai pertunjukan musik tradisional Aceh.
Meskipun saat ini telah jarang digunakan dalam kehidupan sehari-hari dan fungsinya telah bergeser, Tambo tetap merupakan bagian penting dari identitas budaya masyarakat Aceh. Nilai sejarah Tambo sangat penting untuk dipelajari dan dipertahankan karena menjadi bukti nyata kearifan lokal yang pernah membantu kelancaran kehidupan sosial masyarakat Aceh pada zamannya.