Aceh Tamiang, EXPLOREPUBLIC – Menjelang pelaksanaan sebuah acara, tradisi rewang masih terus dilakukan oleh masyarakat di berbagai daerah di Aceh. Pada Minggu (24/05/2026), suasana kebersamaan terlihat di salah satu rumah warga di Aceh Tamiang, ketika sejumlah ibu-ibu dan warga sekitar berkumpul untuk membantu persiapan acara yang akan digelar keesokan harinya.
Sejak pagi hari, warga mulai datang membawa peralatan dan bahan makanan untuk dimasak bersama. Sebagian ibu-ibu tampak sibuk memotong bumbu dan menyiapkan masakan, sementara beberapa warga lainnya membantu membersihkan tempat acara serta menyusun perlengkapan yang dibutuhkan.
Tradisi rewang sudah menjadi kebiasaan turun-temurun di tengah masyarakat. Kegiatan ini biasanya dilakukan sehari sebelum acara seperti pesta pernikahan, kenduri, atau acara adat lainnya. Melalui rewang, warga saling membantu agar persiapan acara dapat berjalan lebih ringan dan cepat selesai.
Suasana selama kegiatan berlangsung terlihat penuh keakraban. Warga saling bercanda dan berbincang sambil menyelesaikan pekerjaan bersama. Kebersamaan seperti ini membuat hubungan antarwarga menjadi lebih dekat dan harmonis.
Bagi masyarakat, rewang bukan hanya sekadar membantu pekerjaan, tetapi juga menjadi bentuk solidaritas sosial yang masih terus dijaga hingga sekarang. Tradisi ini memperlihatkan nilai gotong royong yang masih kuat di lingkungan masyarakat.
Di tengah perkembangan zaman yang semakin modern, tradisi rewang tetap dipertahankan karena dianggap sebagai bagian penting dari budaya masyarakat. Kehadiran warga yang saling membantu menjelang acara menjadi bukti bahwa rasa kebersamaan masih sangat dijunjung tinggi dalam kehidupan sehari-hari.