Lhokseumawe, EXPLOREPUBLIC - Di tengah kehidupan mahasiswa yang semakin modern dan serba cepat, kebersamaan masih tetap terlihat di lingkungan indekos sekitar kampus. Kesibukan kuliah dan perkembangan teknologi ternyata tidak sepenuhnya menghilangkan kebiasaan mahasiswa untuk saling peduli dan membantu satu sama lain. Hal tersebut juga dirasakan oleh Tiwi, salah satu mahasiswa yang tinggal di Kos Sudirman yang beralamat di Jalan Bukit Indah Unimal, Blang Pulo. Menurutnya, suasana kebersamaan di lingkungan tempat tinggal mahasiswa masih cukup terasa karena para penghuni sering berinteraksi dalam kehidupan sehari-hari.

Tiwi (18) mengatakan bahwa para penghuni indekos di tempat tinggalnya masih sering saling membantu dalam berbagai hal, mulai dari meminjamkan alat tulis dan perlengkapan kuliah hingga belajar bersama ketika ada tugas yang sulit. “Kalau di tempat tinggal kami masih sering saling bantu, misalnya meminjamkan alat tulis, perlengkapan kuliah, atau belajar bersama kalau ada tugas yang sulit,” ujarnya. Ia juga menjelaskan bahwa hubungan antar penghuni sudah cukup dekat karena setiap hari bertemu dan berinteraksi dalam lingkungan yang sama. “Kami di sini sudah seperti keluarga sendiri. Kalau ada yang sakit atau punya kesulitan, teman-teman biasanya langsung membantu,” kata Tiwi.

Menurut Tiwi, kegiatan kebersamaan tersebut biasanya dilakukan di ruang tengah, di kamar masing-masing, maupun di sekitar lingkungan Kos Sudirman. Waktu berkumpul tidak menentu, tetapi lebih sering dilakukan pada malam hari setelah kegiatan kuliah selesai atau saat akhir pekan ketika para mahasiswa sedang tidak sibuk. Dalam waktu tersebut, mereka biasanya berbincang santai, belajar bersama, atau sekadar berkumpul untuk mengurangi rasa lelah setelah menjalani aktivitas perkuliahan.

“Menurut saya, kebersamaan ini masih bertahan karena kami sama-sama tinggal jauh dari keluarga, jadi lebih sering berbagi cerita dan saling membantu,” jelas Tiwi. Ia juga mengaku bahwa suasana tempat tinggal yang penuh kepedulian membuat dirinya lebih mudah beradaptasi saat pertama kali merantau. “Kalau ada teman-teman yang peduli, rasa stres karena tugas kuliah jadi sedikit berkurang karena ada tempat untuk berbagi dan saling mendukung,” tuturnya.

Dari pengalamannya, Tiwi menilai bahwa meskipun kehidupan mahasiswa saat ini dipengaruhi teknologi dan kesibukan masing-masing, kebiasaan saling membantu dan menjaga kebersamaan di lingkungan indekos masih tetap ada. Menurutnya, suasana tersebut membuat kehidupan sehari-hari terasa lebih nyaman dan ringan untuk dijalani, terutama bagi mahasiswa yang tinggal jauh dari keluarga.