Lhokseumawe, EXPLOREPUBLIC (18/05/2026) - Bagi pecinta bakso di kawasan PT Arun, nama “Bakso Kang Bahar” sudah tak asing lagi. Di depan kompleks PT Arun, sekitar pukul 16.00 hingga pukul 18.30, terlihat gerobak sederhana yang menawarkan bakso dengan citarasa khas Jawa.

Pemiliknya, Baharudin (48), seorang pria asli Jawa yang sudah tiga tahun menetap di Aceh. Selama sekitar dua tahun terakhir, ia menjalani profesi sebagai pedagang bakso keliling di sekitar kawasan Arun. “Saya dari Jawa, sudah tiga tahun di Aceh, dan mulai jualan bakso sekitar dua tahunan,” ujarnya sambil meracik kuah bakso yang harum.

Di gerobaknya, Baharudin menawarkan beberapa varian bakso antar lain: bakso urat daging, bakso biasa, bakso jumbo, serta bakso isi telur. Namun, yang paling laris dan menjadi favorit pembeli adalah bakso urat jumbo. “Yang banyak pesan itu urat jumbo, katanya tekstur dagingnya lebih mantap,” ujar Baharudin.

Strategi waktu buka juga menjadi salah satu kunci keberhasilannya. Ia membuka dagangan di depan Arun pada pagi hari sekitar pukul 10.00, lalu kembali menggelar gerobak di kawasan Arun pada sore hingga tengah malam, dari pukul 16.00 sampai sekitar pukul 18.30. Waktu yang berbeda itu memungkinkannya menjangkau pelanggan siang dan malam, mulai dari karyawan, pelajar, hingga warga yang baru selesai bekerja.

Dengan konsistensi rasa dan jam operasional yang fleksibel, Baharudin kini mampu meraih omzet sekitar Rp6 juta per bulan. Meski diraih dari usaha sederhana, pencapaian ini cukup menggembirakan bagi seorang pedagang kaki lima yang merintis dari nol di kota perantauan.

Sebagai seorang pekerja keras, Baharudin hanya mengambil satu hari libur setiap minggu, yaitu pada hari Jumat. “Saya libur hari Jumat, untuk istirahat dan mengurus keperluan rumah tangga” ujarnya.

Bagi warga sekitar Arun, Bakso Kang Bahar bukan sekadar jajanan murah, tetapi juga simbol kehangatan dan keberhasilan seorang perantau yang mampu bertahan dan berkembang dengan tekun. “Semoga saya bisa terus jualan, kalau bisa nanti bisa buka kedai kecil,” kata Baharudin menutup obrolan sambil menghidangkan mangkuk bakso ke pembeli yang baru datang.