Lhokseumawe, EXPLOREPUBLIC - Kamis (18/06/2026) – Tradisi Bararak merupakan arak-arakan pengantin dalam adat Minangkabau yang dilakukan dengan mengiringi mempelai menuju lokasi diselenggarakannya acara, yang umumnya berada di rumah mempelai perempuan.

Mempelai diarak dari rumah induk bako atau kerabat dari pihak ayah mempelai perempuan (anak daro). Tradisi ini melambangkan penghormatan kepada pengantin, kebersamaan masyarakat, serta rasa syukur atas berlangsungnya pernikahan.

Berdasarkan wawancara, Siti Nurhayani (19), mahasiswi Universitas Malikussaleh yang bersuku Minangkabau, mengatakan bahwa pelaksanaan Bararak melibatkan pengantin, keluarga kedua mempelai, ninik mamak (pemangku adat), tokoh masyarakat, kelompok musik tradisional seperti talempong atau rebana, serta masyarakat sekitar yang ikut meramaikan prosesi.

Siti Nurhayani juga menjelaskan bahwa tradisi Bararak biasanya dilaksanakan dalam rangkaian acara pernikahan adat Minangkabau. Prosesi ini umumnya dilakukan setelah akad nikah atau pada hari resepsi sebagai bagian dari penyambutan dan penghormatan kepada pengantin.

“Masyarakat Minangkabau mempertahankan tradisi Bararak karena dianggap sebagai warisan budaya leluhur yang memiliki nilai adat, sosial, dan budaya yang tinggi. Selain itu, tradisi ini menjadi sarana mempererat hubungan kekeluargaan dan menjaga identitas budaya Minangkabau,” ujarnya.

Proses Bararak dimulai dengan persiapan pengantin dan rombongan. Selanjutnya, pengantin diarak bersama keluarga dan masyarakat dengan iringan musik tradisional menuju lokasi yang telah ditentukan. Sepanjang perjalanan, orang-orang mengikuti prosesi dengan tertib hingga tiba di tujuan. Setelah itu, acara dilanjutkan dengan penyambutan, tarian adat, doa, serta rangkaian adat lainnya.

Siti Nurhayani mengatakan minat generasi muda terhadap tradisi Bararak masih cukup baik meskipun dipengaruhi perkembangan zaman dan teknologi. Menurutnya, banyak anak muda yang tetap mengikuti kegiatan adat karena memahami nilai budaya yang terkandung di dalamnya. Ia menambahkan bahwa dukungan keluarga dan masyarakat penting agar tradisi ini tetap lestari.