Langkat, EXPLOREPUBLIC - Tradisi Bubur Suro kembali dilaksanakan oleh masyarakat Jawa di Kabupaten Langkat pada Rabu (17/06/2026) dalam rangka menyambut bulan Suro dalam penanggalan Jawa. Kegiatan ini menjadi salah satu bentuk pelestarian budaya leluhur yang masih terus dijaga hingga saat ini.
Kegiatan tersebut digelar pada awal bulan Suro dan diikuti oleh warga keturunan Jawa yang tinggal di beberapa wilayah di Langkat. Acara dipusatkan di masjid daerah masing-masing, serta dihadiri oleh masyarakat sekitar.
Hidangan ini dimasak dari beras, santan, dan bumbu rempah, lalu disajikan dengan berbagai lauk-pauk. Bubur suro dimaknai sebagai ubarampe (sarana atau alat) untuk merefleksikan berkah di tahun yang baru.
Salah satu warga Jawa, Auliya (19), menyampaikan bahwa tradisi Bubur Suro sudah menjadi bagian penting dalam kehidupan masyarakat Jawa di Langkat. Ia menilai tradisi tersebut rutin dilaksanakan setiap tahun sebagai bentuk doa bersama agar masyarakat diberikan keselamatan, kesehatan, dan rezeki yang lancar.
Selain sebagai bentuk doa, kegiatan ini juga menjadi sarana mempererat kebersamaan antarwarga. Seluruh warga, mulai dari orang tua hingga anak-anak, ikut terlibat dalam proses pembuatan hingga pembagian bubur.