Lhokseumawe, EXPLOREPUBLIC.COM - Tari Linto Baro terus dilestarikan oleh generasi muda Aceh sebagai bentuk penghormatan terhadap warisan budaya daerah. Kesenian tradisional ini menjadi simbol identitas yang diwariskan leluhur sejak dahulu.

Melestarikan Tari Linto Baro memberikan perasaan bangga bagi para penarinya. Setiap gerakan yang ditampilkan mencerminkan nilai budaya, sehingga menumbuhkan kecintaan mendalam terhadap tradisi masyarakat Aceh.

Salah seorang yang pernah menarikan tarian tersebut adalah Riki Maulana (19), mahasiswa Universitas Malikussaleh. Pengalaman itu memberinya kesan berharga sekaligus memperkuat rasa memiliki terhadap budaya daerah.

“Saya merasa bangga ketika menarikan Tari Linto Baro karena tarian ini merupakan warisan budaya Aceh. Melalui pertunjukan tersebut, saya dapat memperkenalkan tradisi daerah kepada masyarakat,” ujar Riki saat diwawancarai pada Rabu (03/06/2026).

Menurut Riki, generasi muda memiliki peran penting dalam menjaga keberlangsungan kesenian tradisional. Keterlibatan mereka diperlukan agar budaya daerah tetap dikenal dan tidak tergerus perkembangan zaman.

Melalui semangat pelestarian yang terus dijaga, Tari Linto Baro diharapkan tetap bertahan hingga masa mendatang. Upaya tersebut menjadi wujud nyata kecintaan masyarakat terhadap budaya Aceh.