Lhokseumawe, EXPLORPUBLIC (27/05/2026) Udara panas kota Lhokseumawe kerap membuat tenggorokan terasa kering. Di pinggir jalan raya tepatnya di depan Mesjid AlMunawarroh, Blang Pulo, suara teriakan khas terdengar memecah kebisingan, “Dawet Dawet …!” Dari arah suara itu, tampak gerobak warna hijau cerah ditarik oleh Mas Yusuf (42), pedagang asal Tegal Jawa Tengah yang kini menjajakan minuman legendaris ini di kawasan tersebut.
Es Dawet Ayu merupakan warisan kuliner turun temurun khas Tegal, nama “Ayu” sendiri memiliki makna filosofi yaitu Ayu Berkah dan Ayu Manfaat. Minuman manis gurih ini kini makin digemari warga Lhokseumawe, membuktikan cita rasa nusantara mudah diterima di segala penjuru daerah.
Gerobak sederhana miliknya tertulis jelas Es Dawet Ayu Mas Yusuf Asli Tegal, lengkap dengan gambar ikon Semar yang khas. Ia meracik setiap gelas dengan teliti, butiran dawet hijau kenyal dibuat dari sari pandan dan suji asli tanpa pewarna buatan. Santan segar dari kelapa tua dipadu gula merah asli Tegal menjadi kunci kelezatan yang diwarisi dari orang tua.
“Rahasia enaknya ada di santan dan gula merahnya, harus asli dan segar supaya gurih manisnya pas, tidak bikin enek,” ujar Mas Yusuf. Disajikan dengan es batu melimpah, kuah santan dan gula merah, satu tegukan langsung terasa segar dan nikmat.
“Sering banget beli di sini, rasanya otentik dan segar sekali, pas banget diminum siang begini. Apalagi harganya cuma Rp8.000 per gelas, murah dan puas,” ujar Rina, warga sekitar yang jadi langganan.
Bagi Mas Yusuf, berjualan dawet bukan sekadar mencari nafkah, tapi membawa berkah resep warisan ibu ke tanah rantau. Es Dawet Ayu kini jadi favorit baru warga, bukti nyata kuliner jalanan sederhana mampu menyatukan rasa Jawa dan Aceh dalam satu gelas.