Lhokseumawe, EXPLOREPUBLIC.COM – Tari tradisional tidak hanya dikenal karena keindahan gerakannya, tetapi juga karena makna yang terkandung di dalam setiap gerakan yang ditampilkan oleh penari.

Tari tradisional juga masih diminati oleh berbagai kalangan, termasuk generasi Z. Hal tersebut diungkapkan oleh Haikal (19), mahasiswa Universitas Malikussaleh sekaligus penari yang masih aktif hingga sekarang.

Dalam wawancara yang dilakukan pada Rabu (04/06/2026), Haikal mengaku telah menekuni dunia tari sejak duduk di bangku kelas satu SMP dan masih aktif hingga saat ini.

Ia tertarik menjadi seorang penari karena makna dari setiap gerakan yang dibawakan. Menurutnya, setiap gerakan dalam tari tradisional memiliki makna tersendiri yang menarik untuk dipahami.

Tidak hanya gerakan, irama musik yang mengiringi tarian juga mengandung pesan tertentu. Oleh karena itu, seorang penari perlu memahami makna yang terdapat dalam setiap tarian.

Ia mencontohkan Tari Tor Tor Sombah dari Simalungun sebagai tarian yang memiliki makna kuat. Tarian tersebut menggambarkan sikap menghormati tamu dan orang yang lebih tua.

"Gerakan tari tidak boleh dibuat sembarangan. Setiap gerakan harus memiliki arti dan makna yang sesuai dengan irama musik yang mengiringinya," ungkap Haikal.

Ia berharap generasi muda tidak hanya mempelajari gerakan tari, tetapi juga memahami makna yang terkandung di dalamnya. Menurutnya, hal tersebut penting untuk menjaga nilai budaya dalam sebuah tarian.