Lhokseumawe, EXPLOREPUBLIC (16/05/2026) – Di gang sempit dekat pasar tradisional, warung sate rumahan milik Ibu Siti dan anaknya menjadi tujuan favorit warga lokal yang mencari camilan sore hari. Mereka mulai berjualan sejak pukul 16.00 WIB setiap hari, menawarkan sate ayam, tahu goreng, dan kerupuk mentah dengan harga terjangkau. Warung ini tidak hanya menyediakan makanan, tetapi juga menciptakan suasana hangat seperti keluarga sendiri bagi para pelanggan setia.
Suasana hangat itu terasa dari cara mereka melayani pembeli dengan senyum ramah dan obrolan ringan tentang kehidupan sehari-hari. Pelanggan sering datang bersama anak-anak atau tetangga, menjadikan tempat ini sebagai titik kumpul sosial selain sekadar tempat makan. Anak kecil yang duduk di kursi plastik belakang meja ternyata adalah adik dari penjual muda, yang kadang membantu mengemas pesanan sambil belajar tanggung jawab sejak dini.
Kehadiran warung ini pun memberi dampak positif bagi lingkungan sekitar, terutama dalam memberikan peluang usaha bagi ibu-ibu rumah tangga lainnya. Beberapa tetangga bahkan mulai meniru model jualan serupa, meski tetap menjaga kualitas dan kebersihan sebagai nilai utama. Dengan modal awal kurang dari Rp500 ribu, mereka berhasil membangun bisnis kecil yang kini mampu menghasilkan pendapatan harian hingga Rp300 ribu per hari.
Bagi banyak warga, warung ini bukan sekadar tempat makan, melainkan simbol ketahanan ekonomi mikro di tengah tekanan inflasi. Mereka membuktikan bahwa usaha kecil bisa bertahan jika dijalankan dengan konsisten, jujur, dan penuh kasih sayang terhadap pelanggan. Ke depannya, rencananya akan ditambahkan menu baru seperti es teh manis dan pisang goreng untuk menarik lebih banyak pengunjung remaja.