Lhokseumawe, EXPLOREPUBLIC (28/05/2026) Aroma khas ikan dan cuko yang manis, asam, dan pedas kini mudah ditemui di kota Lhokseumawe. Dalam dua tahun terakhir, penjualan pempek khas Palembang menunjukkan peningkatan, membuka peluang ekonomi bagi pelaku usaha mikro.

Berdasarkan survei yang dilakukan pada 3 outlet pempek di Lhokseumawe tepatnya di Batuphat Timur, pemesanan rata‑rata meningkat sekitar 40–60% sejak awal 2025. Sejumlah pelaku usaha rumahan mengaku omzetnya naik tiga kali lipat.

"Sebelum 2024 kami jual sekitar 50 bungkus sehari. Sekarang bisa sampai 150 bungkus saat ramai, dan pesanan beku untuk dikirim antar-kota semakin banyak," kata Rina (25).

Variasi pempek yang ditawarkan mulai dari pempek kapal selam, pempek tahu, lenjer, serta olahan turunan seperti otak-otak. Beberapa penjual menambahkan varian pempek isi keju, sambal spesial, dan opsi rendah tepung untuk konsumen.

Tetapi, stok bahan baku ikan juga mempengaruhi harga. Harga daging ikan tenggiri fluktuatif, sehingga beberapa produsen menambahkan campuran tepung yang lebih tinggi. Biaya bahan baku naik sekitar 15–25% pada 2025 dibanding dua tahun sebelumnya.