Lhokseumawe, EXPLOREPUBLIC - Rabu (17/06/2026) Rini (19), seorang mahasiswi, menyampaikan pandangannya mengenai peran adat Aceh dalam kehidupan masyarakat saat diwawancarai di Kantin Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Malikussaleh.
Menurut Rini (19) , adat Aceh masih berfungsi sebagai pedoman sosial yang mengatur perilaku masyarakat sehingga nilai sopan santun, kebersamaan, dan rasa hormat tetap terjaga dalam kehidupan sehari-hari.
Kantin Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Malikussaleh, Lhokseumawe, dipilih sebagai tempat wawancara karena sering menjadi lokasi berkumpul mahasiswa untuk berdiskusi, bertukar pendapat, serta membahas berbagai isu sosial dan budaya.
Dalam keterangannya, mahasiswi tersebut menjelaskan bahwa tradisi adat masih terlihat dalam pelaksanaan pernikahan, kegiatan musyawarah Gampong (Desa), penyelesaian persoalan masyarakat, hingga berbagai acara keagamaan tertentu.
Ia menilai keberadaan budaya lokal penting untuk dipertahankan karena menjadi identitas masyarakat Aceh yang membedakannya dari daerah lain di tengah perkembangan zaman.
Meski demikian, perkembangan teknologi dan pengaruh budaya luar dinilai menyebabkan sebagian generasi muda mulai kurang mengenal nilai, aturan, serta kebiasaan adat yang berlaku di lingkungan masyarakat.
Untuk mengatasi kondisi tersebut, menurutnya, diperlukan peran keluarga, lembaga pendidikan, dan masyarakat dalam mengenalkan tradisi daerah kepada generasi muda secara berkelanjutan.
Rini (19) juga menyampaikan bahwa pelestarian budaya dapat dilakukan dengan mengikuti kegiatan adat, mempelajari sejarah daerah, serta menerapkan nilai-nilai positif dalam kehidupan sehari-hari.
Melalui keterlibatan generasi muda dan dukungan berbagai pihak, adat Aceh diharapkan tetap terjaga serta mampu menyesuaikan diri dengan perkembangan masyarakat modern tanpa kehilangan jati dirinya.