Lhokseumawe, EXPLOREPUBLIC (10/06/2026) Di lingkungan Universitas Malikussaleh, Lhokseumawe, kebiasaan mahasiswa dalam bertransaksi mulai berubah seiring meningkatnya penggunaan QRIS. Sistem pembayaran berbasis kode QR ini perlahan menjadi pilihan utama karena dianggap lebih ringkas dibandingkan uang tunai.
Raysha Khumairah (18), mahasiswa Program Studi Ilmu Komunikasi, mengatakan bahwa ia kini lebih sering mengandalkan QRIS dalam aktivitas sehari-hari, terutama saat membeli makanan atau kebutuhan kecil di sekitar kampus. Menurutnya, penggunaan dompet digital membuat transaksi terasa lebih sederhana karena tidak perlu lagi menghitung atau menyiapkan uang kembalian.
Lebih cepat saja, tinggal scan, langsung selesai,” ujarnya saat menceritakan pengalamannya menggunakan QRIS. Menurutnya, kemudahan ini sangat membantu mahasiswa yang memiliki jadwal perkuliahan padat.
Selain kepraktisan, ia menilai QRIS juga membantu dirinya lebih sadar dalam mengatur pengeluaran. Setiap transaksi yang tercatat di aplikasi membuatnya lebih mudah menelusuri ke mana uang digunakan, dibandingkan saat masih memakai uang tunai.
Perubahan ini menunjukkan bahwa sistem pembayaran digital semakin diterima oleh mahasiswa. Di lingkungan kampus, QRIS tidak hanya menjadi alat transaksi, tetapi juga bagian dari kebiasaan baru dalam mengelola keuangan sehari-hari.