Aceh Tamiang, EXPLOREPUBLIC (27/05/2026) Kue tradisional timpan khas Aceh selalu disajikan saat Lebaran di kediaman Bu Syamsidar (51) yang berada di Desa Seuneubok Baru, Kecamatan Manyak Payed, Kabupaten Aceh Tamiang.
Kue ini menjadi buruan kalangan gen z saat perayaan Lebaran. Kue ini juga selalu menjadi makanan pertama yang dicari para tamu, khususnya anak-anak muda, ketika berkunjung ke rumahnya saat Hari Lebaran.
Makanan pertama yang dicari para tamu itu bahkan sering habis lebih cepat dibandingkan hidangan lain yang disajikan saat keluarga dan gen z berkumpul di ruang tamu.
Banyak anak muda menyukai timpan karena memiliki rasa manis, tekstur lembut, serta aroma daun pisang yang khas. Kue tradisional tersebut tetap diminati meskipun banyak makanan modern saat Lebaran.
Bu Syamsidar mengatakan bahwa dirinya selalu menyediakan timpan setiap Hari Raya karena kue khas Aceh tersebut sudah menjadi hidangan wajib di rumahnya sejak lama.
Kue Timpan yang dibuat menggunakan tepung ketan, labu kuning, dan kelapa itu biasanya disiapkan sehari sebelum Lebaran agar dapat dinikmati para tamu yang datang bersilaturahmi.
“Kalau tamu datang ke rumah, yang pertama kali dicari pasti timpan. Anak-anak muda sekarang juga suka sekali makan timpan sambil berkumpul dan bercerita bersama keluarga,” ujar Bu Syamsidar.
Selain memiliki cita rasa yang khas, timpan juga dianggap sebagai bagian tradisi masyarakat Aceh yang terus dijaga. Kehadiran timpan saat Lebaran membuat generasi muda semakin mengenal makanan tradisional daerah mereka.