Binjai, EXPLOREPUBLIC Aroma rendang yang kuat memenuhi dapur di saat perayaan Idul Adha tiba. Daging sapi kurban yang dibagikan kepada warga tak hanya menjadi simbol ibadah, tapi juga menghadirkan tradisi memasak rendang yang selalu dinanti setiap tahunnya.

Momen itu terlihat di salah satu rumah di kawasan Tanah Seribu, Kota Binjai, Kamis (28/05/2026). Sejak pagi, Ibu Meini (38) tampak sangat sibuk mengaduk santan dan rempah-rempah di atas kuali. Daging sapi kurban dimasak selama beberapa jam hingga menghasilkan warna cokelat pekat dengan aroma rempah yang kuat.

“Kalau Idul Adha ga masak rendang rasanya belum lengkap. Walaupun bumbu mahal, tetap saja akan diusahakan karena ini makanan favorit keluarga” ujar Ibu Meini (38).

Tradisi memasak rendang saat Idul Adha bukan hanya soal makanan, tetapi juga bentuk kebersamaan antar keluarga. Sebagian warga di lingkungan Gg. Pendidikan, Tanah Seribu, Binjai bahkan memasak dalam jumlah yang besar untuk dibagikan kepada beberapa tetangga lainnya dan kerabat dekat.

Rendang dipilih karena dinilai praktis dan lumayan tahan lama dibanding olahan lainnya. Selain itu, cita rasa rempah yang kuat membuat makanan khas Minang tersebut menjadi primadona di setiap perayaan Idul Adha.